Sejarah

SEJARAH PENDIRIAN

CREDIT UNION JEMBATAN KASIH

 INSPIRASI AWAL

Gagasan mendirikan sebuah Credit Union tingkat Keuskupan Pangkalpinang, bukanlah sebuah gagasan yang instan. Ada banyak faktor yang diamati dan juga ada sebuah pergumulan menyangkut tugas yang dipercayakan sebagai pengurus Yayasan Tunas Karya dan juga bagian dari permenungan yang mengkristal tentang masa depan finansial Keuskupan.

Pada mulanya ada tiga yayasan dalam lingkup Keuskupan Pangkalpinang. Namun karena ada perubahan peraturan pemerintah tentang yayasan, maka tiga yayasan dilebur menjadi satu yayasan. Tiga yayasan itu menagani tiga bidang yang berbeda, yakni Bidang Pendidikan ditangani oleh Yayasan Tunas Karya; Bidang Kesehatan dibawah naungan Yayasan Bhakti Wara dan Bidang Sosial Ekonomi yang ditangani oleh Yayasan Cipta Karya. Ketiga yayasan ini dilebur menjadi satu yayasan dengan nama Yayasan Tunas Karya namun tetap menangani tiga bidang pelayanan utama di atas.

Setelah digabung menjadi satu yayasan, terlihat dengan jelas bahwa persoalan dana dan pendampingan dalam ketiga bidang pelayanan ini menjadi persoalan utama. Maka perlu dicari bentuk usaha tertentu yang dapat membuahkan hasil yang maksimal dalam hal pendanaan dan pendampingan. Secara kebetulan saya mendapat informasi tentang Credit Union sebagai sebuah bentuk pastoral sosial ekonomi yang baik oleh Romo Domi Nong di Ndona-Ende pada bulan Februari 2008

PERSIAPAN

Patut dicatat juga bahwa, Credit Union bukanlah sebuah tema baru atau sebuah gerakan perekonomian rakyat yang baru. Sejarah sudah membuktikan bahwa sebagian besar Credit Union yang ada di lingkup keuskupan Pangkalpinang adalah buah-buah karya Delsos di tahun 80-an. Kemudian komisi PSE keuskupan Pangkalpinang melanjutkan karya Delsos dengan memperkenalkan dan mengembangkan Credit Union di semua paroki dan sampai sekarang ada beberapa CU yang masih bertahan dan berkembang.

Keingin-tahuan tentang Credit Union sebagai sebuah bentuk pastoral yang baik dalam bidang sosial ekonomi terus bergulir. Diskusi dengan Romo Pieters sebagai ketua YTK dan Romo Andre sebagai ketua PSE menambah semangat untuk menggali lebih jauh seperti apa CU itu dan apa mungkin kita memprakarsai pendiriannya untuk menjawabi pelbagai persoalan yang dirasakan sekarang? Maka keputusan awal adalah, perlu peninjauan ke Pontianak sebagai rujukan untuk Credit Union yang sudah berkembang. Maka atas persetujuan Mgr. Hilarius, pada akhir bulan Mei 2008 kami bertiga (Rm. Yance B. De Ornay, Rm. Andre Lemoro dan Mas Agung Widodo) pergi ke Kalimantan Barat dengan tujuan utama meninjau Credit Union di sana.

Hasil kunjungan kami sungguh luar biasa. Kami semakin bersemangat untuk secepatnya mendirikan Credit Union dengan pola Kalimantan ini. Disepakati juga, bahwa dana awal dipinjam dari YTK bukan sebagi dana gratis ala sinterklaas, tetapi ”Credit Union baru” harus menggantikannya.

Perlu dicatat juga bahwa dalam proses pembelajaran tahap awal, disertakan 5 orang imam. Memang Mgr. Hilarius sempat berkomentar bahwa baru pertama kali dia mengizinkan jumlah imam yang banyak untuk belajar topik yang sama. Namun saya meyakinkan beliau bahwa diperlukan imam dalam karya ini agar dapat sejalan dengan KBG yang telah digulirkan keuskupan dan juga akan ada dampak yang luas bila banyak imam terlibat aktip dalam kegiatan ini. Ada 12 orang yang mengikuti kursus awal tentang Credit Union pada tanggal 1 OKTBER s.d 18 DES 2008, yakni:

1. RD. YohanesBelang deOrnay.

2. RD. AlexisusJua.

3. RD. Andreas Lemoro.

4. RD. Felix Atawolo.

5. RD. Andreas PoldoSitumorang.

6. Nimrod Siahaan.

7. Helena Nora.

8. Reni Novianty.

9. Bernadetha Arum Sari.

10. Bernandus Roy.

11. Agung Widodo

12. Kristianingsih.

Team awal ini bertanggungjawab atas pendirian CUJK. Mereka bekerja keras mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, mulai dari merancang lembaran slip keuangan, nama produk, pola kebijakan awal dan menjadi panitia dalam loka-karya awal dan strategic Planning CUJK yang dipandu oleh Bpk. A. R. Mecerdari BKCUK.

15 JANUARI 2009

Tanggal 15 Januari, merupakan hari istimewa bagi Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD.  sebagi anggota Serikat Sabda Allah. Pada tanggal ini dikenang sebagai perayaan untuk mengenang pendiri Serikat Sabda Allah (SVD), P. Arnoldus Janssen, SVD. Sebagai seorang misionari SVD, Mgr Hilarius berupaya mengedepankan semangat misioner dengan memberikan perhatian utama kepada kaum miskin.

Saya merasa gembira sekali bahwa pada hari ini 15 Januari 2009 kita semua berkumpul disini untuk dalam suatu kebersamaan imani memulai suatu karya yang penting sekali bagi kebaikan kita bersama yaitu : Credit Union yang biasa disingkat dengan inisial – CU. Saya mendukung sekali usaha anda semua membentuk CU Keuskupan Pangkalpinang”. Demikian kalimat awal dalam sambutan Mgr. Hilarius pada saat pendirian Credit Union Jembatan Kasih (CUJK). Mungkin tidak banyak orang yang tahu kalau kegembiraan Mgr. Hilarius didasari juga oleh kenangan akan sang pendiri serikat Sabda Allah.

Dan dalam kata sambutan itu beliau juga mengingatkan kita bahwa,“Kemiskinan bukan hanya ada dan dialami di Bangladesh, tetapi juga ada dan dialami di tanah air kita Indonesia, termasuk di Keuskupan kita: Pangkalpinang.”Upaya untuk memberantas kemiskinan yang digagas hendaknya dalam rangka pemberdayaan orang kecil.Sehingga muncul pandangan Mgr. Hilarius bahwa: “Orang miskin membantu sesamanya yang miskin” dan karena ”kemiskinan adalah ancaman bagi perdamaian”maka karya pastoral melalui CUJK merupakan juga sebuah misi perdamaian dunia.

Di samping itu, kegembiraan Mgr. Hilarius didasari juga oleh keterlibatan perangkat keuskupan dalam pendirian CUJK. Ada banyak pastor terlibat dalam karya ini dan secara ex-officio masuk dalam jajaran Penasehat, Pengurus dan Pengawas CUJK. Dan CUJK adalah juga bagian dalam karya pastoral Keuskupan Pangkalpinang dengan selalu berupaya menyelaraskan visi-misi Keuskupan Pangkalpinang dengan visi-misi CUJK. Maka tidak mengherankan bahwa visi awal CUJK adalah: Lembaga Keuangan Umat Katolik Keuskupan Pangkal Pinang Yang Aman dan Terpercaya. Misi CUJK: Mensejahterakan Anggota Melalui Pendidikan dan Pelatihan Serta Pelayanan Keuangan Yang Profesional. Slogan CU JK adalah Lawan Kemiskinan Membangunan Perdamaian.

Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD. juga mengingatkan kepada para pengurus, manajemen dan aktivis CUJK agar CUJK dan KBG hendaknya seiring-sejalan.“Ketergantungan haruslah dijauhkan. Salah satu cara efektif untuk saling membantu adalah: Credit Union. Namun yang perlu diperhatikan dalam pengembangan CU ini, kita harus berpangkal dari semangat KBG. Spritualitas KBG menjiwai Credit Union dan Credit Union mendapat kekuatan dan makna kalau selalu keluar dari semangat KBG. Credit Union dan KBG sama sekali tidak boleh dipisahkan. Kalau saja Credit Union di lepaskan dari KBG maka Credit Union akan kehilangan rohnya yang memberi kepadanya kehidupan. Tanpa semangat KBG, Credit Union hanya akan memperhatikan uang, harta. Dan uang serta harta akan membawa Credit Union kepada kehancuran.”

Tanggal 15 Januari, adalah juga hari istimewa bagi Yayasan Tunas Karya, khususnya bagi Sekolah Yos Sudarso Batam, karena tanggal ini dikenang sebagai hari Ulang Tahun dan juga pesta nama sekolah. Bagi pengurus Yayasan Tunas Karya, disepakati pendirian CUJK di lingkungan sekolah sebagai sarana pembelajaran untuk hidup hemat dan belajar menabung yang dapat diterapkan di lingkup sekolah-sekolah dalam naungan Yayasan Tunas Karya. Maka pada awal pendirian CUJK, para dewan pendiri terdiri dari para kepala sekolah dan pengurus Yayasan Tunas Karya dan kantor CUJK terletak dalam lingkungan sekolah.

“Saya menyambut gembira keberadaan Credit Union di keuskupan kita. Dan saya mengharapkan supaya banyak umat kita turut mengambil bagian dalam Credit Union ini, karena saya yakin berdasarkan pengalaman dari keuskupan-keuskupan lain, orang-orang miskin akan banyak tertolong. Dengan Credit Union mereka bisa membangun rumah, mempunyai anak-anak bersekolah dsbnya”, demikian harapan Mgr. Hilarius dalam kata sambutannya.

Akhirnya, Credit Union Jembatan Kasih resmi didirikan pada tanggal 15 Januari 2009. Pada saat peresmian, Rm. Hendra selaku Vikjen membacakan surat Bapak Uskup yang menekankan pentingnya keterkaitan Credit Union dengan KBG. Informasi selengkapnya dapat dibaca pada lampiran.

PERSONALIA

Dalam semangat komunio, para pengurus dan perangkat CUJK dipilih dari para peserta Loka-karya dan mereka yang telah mengikuti pendidikan tentang Credit Union di Pontianak. Personalia yang ada mewakili unsur structural Keuskupan  Pangkalpinang, Yayasan Tunas Karya dan wakil-wakil umat yang diutus dari paroki-paroki di wilayah Kepulauan Riau untuk mengkikuti loka-karya pembentukan CUJK.

Para Pendiri Credit Union Jembatan Kasih:

  1. Hilarius Moa Nurak, SVD. : Uskup Pangkalpinang
  2. FX Hendrawinata : Vikjen Keuskupan Pangkalpinang
  3. Fransiskus Tatu Mukin : Deken Wilayah Selatan
  4. Lucius Poya Hobamatan : Deken Wilayah Utara
  5. Pieter Patrisius Padiservus : Ketua Yayasan Tunas Karya
  6. Andreas Poldo Situmorang : Pastor Rekan Paroki Tanjungpinang
  7. Andreas Lamoro Naraama : Ketua Komisi PSE
  8. Y. B. de Ornay : Bendahara YTK
  9. Felix Serani Atawolo : Pastor Rekan Paroki Koba
  10. Alexius Jua : Pastor Paroki Ujung Beting
  11. Viktor Nepel Nasir : Wakil Ketua YTK
  12. Albertus Christian : Sekretaris Pengurus YTK
  13. Sukarno : Anggota Pengurus YTK
  14. C. Kristiatmini : Anggota Pengurus YTK
  15. Anna Maria : Guru SMP Yos Sudarso
  16. Venantius Manse : Pastor Paroki Tanjungpinang
  17. Akur : Utusan Paroki Tanjungpinang
  18. Tris Budi M : Supervisor YTK
  19. Sarah Wahyuningsih : Kasek TK Bernadet Tanjungpinang
  20. Suwanni : Kasek TK Fransiskus Tanjung Uban
  21. Siprianus S : Kasek SD Katolik Tanjungpinang
  22. Thomas Mas Leiden : Kasek SMP Katolik Tanjungpinang
  23. Veronika Kurniatmi : Kasek SMA St. Maria Tanjungpinang
  24. Emanuel Nivak : Pastor Paroki Tanjung Balai
  25. Rudi Muryana : Utusan Paroki Tanjung Balai
  26. Sutinah : Utusan Paroki Tanjung Balai
  27. Bernadeta Sumiyati : Kasek SD Imanuel Sei Bati
  28. Yovita Hartati : Kasek TK Yusuf
  29. Benediktus Slamet : Kasek SD St. Yusuf
  30. Paulina Desnatalia : Kasek SMP St. Yusuf
  31. Priantara : Kasek SMA St. Yusuf
  32. Harapan Simanjuntak : Kasek SMP Imanuel Sei Bati
  33. Ngadiono : Pastor Rekan MBPA BatuAji
  34. Alexander Padiser : Utusan Paroki MBPA Batu Aji
  35. Venansius Supriyono SVD : Pastor Paroki St. Petrus Lubuk Baja
  36. Ambrosius Sanar SS., CC. : Pastor Rekan Paroki St Damian Bengkong
  37. Koen Anggoro : Utusan Paroki St. Damian Bengkong
  38. Bernadet Lie Lie : Kasek TK Yos Sudarso
  39. TheresiaSumiyati : Kasek SD YosSudarso
  40. Yudhisto Kristy : Kasek SMP Yos Sudarso
  41. AgungWidodo ; Ketua YCK Tanjung Pinang
  42. Alexander Agung Susela : Anggota YCK Tanjung Pinang.

Untuk pertama kali menjadi Penasehat Credit Union Jembatan Kasih setelah pembentukkan Credit Union Jembatan Kasih ini adalah :

  1. Ketua              : Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD.
  2. Sekretaris      : Rd Fransiskus Tatu Mukin
  3. Anggota         : Rd Lucius Poya Hobamatan

Untuk pertama kali menjadi Pengawas Credit Union Jembatan Kasih setelah pembentukkan Credit Union Jembatan Kasih ini adalah :

  1. Ketua            : Rd Andreas Lamoro Naraama
  2. Sekretaris    : Rd Felix Serani Atowolo
  3. Anggota       : Rd Alexius Jua

Untuk pertama kali menjadi Pengurus CU Jembatan Kasih periode tahun 2009 – 2011 adalah sebagai :

  1. Ketua                    : RD. Pieters Patrisius Padiservus.
  2. Wakil Ketua        : RD. Poldo Situmorang
  3. Wakil Ketua II    : Nepel Nasir
  4. Sekretaris            : Anna Maria
  5. Bendhahara        : RD. Yohanes Belang de Ornay
  6. Anggota               :
    1. FX. Sukarn
    2. Dra. C. Kristiatmini

MANAJEMEN   

Koordinator             : Agung Widodo

Keuangan                 : Reni Novianti

Castumer Service   : Nimrod siahaan

Kredit                        : Bernadeta Arum Sari

 

CATATAN AKHIR

Credit Union adalah sarana yang dapat digunakan untuk membantu sesama dalam mengentaskan kemiskinan. Mgr. Hilarius mengingatkan kita dengan mengatakan : ”Yang penting adalah supaya kita menyadarkan kaum miskin bahwa mereka sendiri sanggup keluar dari berbagai kondisi yang membuat mereka jatuh miskin dan supaya diciptakan berbagai kondisi yang memungkinkan orang-orang dapat keluar dari kemiskinan mereka.”

Selanjutnya Mgr. Hilarius mengutip pidato  Muhammad Yunus yang mengatakan: ”Bagi saya, orang miskin ibarat pohon bonsai. Jika anda tanam benih terbaik pohon tertinggi didalam pot bunga, anda mendapat replika pohon tertinggi hanya beberapa inci. Tak ada yang salah dalam benih yang anda tanam, hanya tanah tempat tumbuhnya yang tidak mencukupi. Semata-mata karena masyarakat tak memberi mereka dasar untuk tumbuh. Yang diperlukan orang miskin agar dapat keluar dari kemiskinan ialah menyediakan lingkungan yang mendukung mereka. Begitu orang miskin dapat mencurahkan energi dan kreativitasnya, kemiskinan akan segera lenyap” (Pidato Hadiah Nobel 2006).

Sebagai sebuah sarana yang baik, Credit Union perlu dijaga dan dirawat agar Credit Union sungguh menjadi alat yang berdaya guna bagi masyarakat pada umumnya. Credit Union dapat menjadi tumpuan harapan akan ketersediaan dana segar dengan partisipasi aktip umat dalam komunitas basis. Tentunya disadari pula bahwa apa yang telah dirintis ini bagaikan bejana tanah liat yang perlu dirawat dan dijaga agar tetap langgeng.

Kita berharap agar melalui wadah ini banyak anggota bisa terbantu dalam mengatasi kondisi keuangannya. Namun melalui Credit Union ini kita sebetulnya meletakan sebuah landasan baru dalam kehidupan kita, yakni kebiasaan menabung dan hidup hemat yang hendak kita wujutkan juga melalui anak-anak sekolah. Kita berharap bahwa landasan baru ini dapat mengikis budaya konsumptif yang menjadi ciri khas masyarakat modern ini.

Visi awal pendirian CUJK ini sungguh menggembirakan. Namun kita tidak menutup mata atas kelemahan-kelemahan yang terjadi pada segi pelayanan dan juga penyampaian tentang credit union pada masyarakat.  Hal ini terjadi bukan karena kesengajaan tetapi keterbatasan SDM dalam memberikan pelayanan yang maksimal. Di samping itu kita menyadari pula bahwa citra credit union di masyarakat masih dipandang sebelah mata dan belum mendapat tanggapan positip dari masyarakat umumnya. Semoga melalui kerjasama yang baik dan evaluasi terus menerus, kita dapat menyaksikan kehadiran CUJK sebagai sebuah sarana yang menggembirakan bagi anggota dan masyarakat umumnya.

 

Batam, 15 Januari 2018.

RD Y. B. de Ornay